Penggunaan Dua Flash untuk untuk pemotretan outdoor

Purnawan hadi

Pada postingan sebelumnya kita telah membahas memaksimalkan satu flash untuk menciptakan dimensi pada foto. Kali ini kita akan bahas penggunaan dua flash. Mungkin sebelum kita lanjutkan lebih jauh, ada yang bertanya kapan waktunya kita gunakan hanya satu flash ? dan kapan saatnya kita gunakan dua flash atau lebih? Hayo, yang merasa mau bertanya seperti itu harus komentar diakhir tulisan ini ya… 🙂

Sebenarnya penggunaan satu flash, dua flash dan seterusnya itu tergantung dari pencahayaan seperti apa yang kita inginkan, jika menurut kita cukup dengan satu flash saja silahkan, demikian seterusnya. Saya pribadi biasanya memulai dengan menganalisa arah cahaya matahari (jika pemotretan outdoor) atau arah cahaya lampu ataupun cahaya matahari dari jendela (jika pemotretan indoor) terlebih dahulu. Jika available light cukup untuk pencahayaan yang saya inginkan, maka saya tidak menggunakan flash atau cahaya tambahan lain, namun jika belum cukup dengan available light maka saya akan menambahkan satu flash dulu, lalu jika masih kurang nambah satu lagi dan seterusnya.

Kita kembali deh pada konsep pembuatan foto yang berdimensi, penggunaan flash adalah salah satu cara membuat foto menjadi lebih berdimensi, bukan hanya sekedar untuk menerangi objek saja. Jika kita melihat foto kita menjadi dua bagian, yaitu bagian foreground dan background, maka untuk membuat foto menjadi lebih berdimensi, kita harus bisa memberikan ruang tersendiri antara foreground dan background  dan kita bisa melakukan itu dengan tambahan cahaya dari flash atau juga dengan DOF.

Sebagai contoh foto ini terlihat cukup berdimensi tanpa ada efek “bokeh” karena antara model sebagai foreground terlihat lebih memisah dengan backgroundnya karena adanya cahaya rim light disisi samping arah belakangnya. Model terlihat lebih “pop up” dengan adanya cahaya dan bayangan yang diinginkan

Nikon D90 AF-S 18-105mmVR, ISO-200,F/5,1/200

Untuk kedua foto diatas saya memotret menggunakan Nikon D90 dengan lensa Kit-nya AF-S 18-105mmVR di FL 18mm dan data Exif-nya sama yaitu  ISO 200, F/5 dan speed 1/200. Jadi saya coba membuat dimensi pada foto dengan menggunakan lensa kit, bukan lensa mahal yang diafragma nya besar dan membuat efek bokeh.

Posisi lighting yang saya gunakan adalah sebagai berikut :

http://www.lightingdiagrams.com

Kedua flash menggunakan soft box dan berdiri dengan lightstad seperti gambar disebelah kanan. Kekuatan cahaya atau power dari flash ini juga sangat mempengaruhi hasil, biasanya jika menggunakan dua flash dengan posisi seperti ini saya akan memulai setting power flash depan banding flash belakang adalah 1:2. Misalnya jika power flash depan saya set 1/16, maka untuk posisi belakang saya set 1/8. Ini hanya patokan awal, karena tidak ada rumus pasti dalam fotografi mengenai setting flash maupun setting kamera sekalipun. Dengan patokan awal ini saya nanti akan mengurangi arau menambahkan power sehingga hasilnya sesuai dengan yang saya inginkan.

Jika pada foto 1 diatas pengambilan foto dilakukan diruang terbuka dan latar belakangnya adalah ruang terbuka juga, maka foto berikut saya ambil didalam ruangan dengan latar belakang adalah sebuah dinding.

Nikon D90 AF-S 18-105mmVR, ISO-200,F/5,1/200

Untuk kedua foto diatas saya memotret menggunakan Nikon D90 dengan lensa Kit-nya AF-S 18-105mmVR di FL 18mm dan data Exif-nya sama yaitu  ISO 200, F/5 dan speed 1/200.Posisi lighting yang saya gunakan adalah sebagai berikut :

http://www.lightingdiagrams.com

Saya tetap menggunakan dua Reflector Softbox yang didalamnya saya gunakan flash. Kali ini Power Flash yang saya gunakan didepan 1/32 dan belakang 1/16, namun dengan jarak flash ke model lebih dekat daripada Foto-1. Hal ini karena saya lebih fokus untuk memotret wajah modelnya.

Nah disini kita semua dapat menilai dan membandingkan bahwa power yang saya gunakan saat outdoor jauh lebih besar dibanding saat indoor. Hal ini karena available light untuk outdoor juga lebih besar, sehingga butuh power dari flash yang lebih besar untuk mengatasi available light.

Semoga tulisan ini cukup membantu dalam memahami dan menginspirasi untuk lebih mempelajari lightingdalam fotografi, tulisan ini merupakan rangkaian dari tulisan yang membahas Memaksimalkan penggunaan satu flash untuk membuat foto menjadi lebih berdimensi.

Salam,

Purnawan Hadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *